IHSG Melejit, Tutup Pekan Pesta Pora

Karyawan melintas di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (5/7/2022). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan sesi II akhir pekan ini (17/3/23) berakhir di 6.678,23 atau naik drastis 1,71% secara harian.

Sebanyak 374 saham menguat, 171 saham turun sementara 160 lainnya stagnan alias tidak berubah. Sore ini, transaksi terpantau sangat ramai terlihat darinilaitransaksisekitarRp19,63 triliundengan melibatkan51,2miliar sahamyang berpindah tangan sebanyak 1,4 juta kali.

Hari ini IHSG secara eksklusif diperdagangkan di zona hijau sekaligus memutus tren pelemahan tiga hari beruntun. Dalam lima hari perdagangan, gap koreksi menjadi 1,3%. Lalu, sejak awal tahun, IHSG masih membukukan pelemahan 3,51% (year to date).

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) via Refinitiv, hampir seluruh sektor menguat dengan sektor energi memimpin kenaikan sebesar 3,47%. Hanya sektor real estate melemah tipis 0,05%.

Adapun limatop moversIHSG hari ini berdasarkan bobot indeks poinnya meliputi Bank Rakyat Indonesia (+20,84), Bayan Resources (+12,02), Bank Mandiri (+11,78), United Tractors (+5,49) dan Bank Central Asia (+5,32).

IHSG cenderung mengikuti pergerakan bursa saham global, yang kembalireboundsetelah sebelumnya kembali terkoreksi parah karena makin meluasnya dampak dari krisis Silicon Valley Bank (SVB) di Amerika Serikat (AS). Terbaru, giliran First Republic Bank yang terkena dampak krisis SVB.

Namun beberapa waktu terakhir, banyak bank terutama di AS yang ingin menyelamatkan First Republic Bank, agar krisis perbankan global tidak semakin meluas.

Setidaknya ada 11 bank yang ingin menyelamatkan First Republic Bank, di mana ke-11 bank tersebutsepakat untuk menyetor dana senilai US$ 30 atau sekitar Rp 462 triliun (kurs Rp 15.400) ke First Republic Bank untuk menghindarkan bank tersebut dari kebangkrutan.

Seperti diketahui, First Republic Bank dikhawatirkan menjadi ‘next’ SVB setelah sahamnya terus jeblok. Seperti SVB, First Republic Bank menghadapi penarikan dana besar-besaran karena anjloknya kepercayaan nasabah.

Pada Minggu lalu, mereka mengatakan memiliki likuiditas sebesar US$ 70 miliar, tetapi likuiditas tidak akan cukup untuk menghadapi guncangan di pasar saham serta penarikan besar-besaran dana nasabah.

Saham First Republic Bank berhasil melesat 9,98% kemarin. Saham sempat jeblok di hampir periode 6-15 Maret 2023 di mana penguatan terlemah terjadi pada Senin pekan ini yakni 61,8%.

Sementara itu di Eropa, Credit Suisse akan menggunakan fasilitas kredit sebesar US$ 54 miliar dari Bank Sentral Swiss (SNB) untuk meningkatkan likuiditasnya.

Di lain sisi, pelaku pasar menyambut baik dari keputusan Bank Indonesia (BI) yang menahan suku bunga acuannya kemarin.

BI mempertahankan suku bunga di level 5,75%. Alasan BI mempertahankan suku bunga juga sudah mempertimbangkan kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) di kisaran 5,25-5,75%.

Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan The Fed memang akan mempertimbangkan krisis perbankan AS dalam menentukan kebijakan pekan depan. Namun, The Fed akan tetap menjadikan faktor fundamental yakni inflasi.

“Adapotentialskenario, The Fed akan menaikkan (suku bunga) 5,5-5,75%. The Fed memang akan mempertimbangkan financial stability tetapi sudah ada langkah-langkah dan program untuk menyelamatkan bank,” imbuh Perry, dalam konferensi pers, Kamis (16/3/2023).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*